Postingan

Saatnya Jatuh Cinta pada Pantun

Gambar
  Resume ke-20 Jum'at, 05 Juni 2026  Nara Sumber       : Miftahul Hadi, S.Pd Moderator            :  Leli Suryani, S.Pd.SD Pembukaan kelas malam ini diawali dengan salam, pantun penyemangat, dan sapaan hangat kepada seluruh peserta KBMN 34 dari berbagai daerah di Indonesia. Bunda Lely Suryani mengajak peserta untuk mengikuti kelas dengan penuh semangat karena materi malam ini membahas kaidah pantun yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan menulis. Peserta diajak bersyukur, berdoa bersama, serta mempersiapkan diri mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri atas pembukaan, perkenalan, pemaparan materi, tanya jawab, dan penutup. Selain itu, moderator juga memperkenalkan narasumber, Bapak Miftahul Hadi, sebagai sosok yang ahli di bidang pantun dan akan berbagi ilmu kepada seluruh peserta. Profil Narasumber Malam ini Bapak Miftahul Hadi adalah guru kelas di SD Negeri Raji 1 Demak, Jawa Tengah, yang aktif sebagai ...

“Om Jay dan AI: Menulis dengan Hati di Tengah Kecanggihan Teknologi”

Gambar
Resume ke-19 Rabu, 03 Juni 2026  Nara Sumber       : Dr.Wijaya Kusuma, M.Pd Moderator            : Dail Ma'ruf, M.Pd Pertemuan ke 19 KBMN PGRI #34 malam ini , Bapak moderator Dail Ma'ruf, M.Pd. (Damar) berbagi pengalaman inspiratif sebagai alumni KBMN 20. Melalui KBMN, beliau berhasil mewujudkan impiannya menjadi penulis, menerbitkan buku solo maupun antologi, serta memperluas jaringan dengan berbagai akademisi dan tokoh pendidikan. Kelas  malam ini dibahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia menulis. AI telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan dapat dimanfaatkan secara positif untuk membantu proses menulis jika digunakan dengan cara yang tepat. Peserta juga diperkenalkan dengan narasumber utama, Dr. Wijaya Kusumah (Om Jay), pendiri KBMN, seorang guru IT di SMP Labschool UNJ Jakarta, penulis, dan pegiat literasi yang telah menginspirasi banyak orang untuk berkarya melalui tulisan. Om jay sos...

“Menulis sebagai Jalan Karya, Manfaat, dan Inspirasi Tanpa Batas”

Gambar
  Resume ke-18 Selasa, 02 Juni 2026  Nara Sumber      : Suharto, S.Ag, M.Pd Moderator           : Raliyanti Pada pertemuan ke-18 Pelatihan Belajar Menulis Nusantara, Ibu Raliyanti dari Tim Solid Omjay (TSO) mengajak peserta untuk terus semangat menulis dan mengembangkan kemampuan literasi. Banyak peserta yang awalnya ragu kini mulai berani menulis dan mempublikasikan karya mereka di blog. Tema pelatihan malam ini adalah “Guru Tangguh: Jejak Guru Madrasah Inspiratif” dengan narasumber Suharto, S.Ag., M.Pd. atau Cing Ato. Beliau merupakan guru madrasah inspiratif yang tetap aktif menulis, sehingga menjadi motivasi bagi peserta untuk terus berkarya dan menulis. Narasumber menceritakan bahwa meskipun tidak lulus saat mengikuti pelatihan KBM karena kondisi kesehatan yang sedang menurun dan tidak sempat mengumpulkan resume, beliau tetap semangat belajar dan menulis. Tulisan-tulisan yang dibagikan di Facebook kemudian dikumpulkan menjad...

Senja yang Tak Pernah Kembali

Malam itu hujan baru saja berhenti. Di sebuah kampung kecil yang dikelilingi kebun dan sawah, Arman duduk sendirian di beranda rumah orang tuanya. Udara malam terasa sejuk. Sesekali suara jangkrik memecah kesunyian. Sudah bertahun-tahun ia tidak pulang selama ini. Sudah bertahun-tahun pula ia tidak berbicara panjang dengan Nara. Perempuan yang pernah menjadi bagian dari masa mudanya. Perempuan yang pernah mengisi lembar-lembar paling indah dalam hidupnya. Kini mereka telah hidup dalam takdir masing-masing. Memiliki keluarga masing-masing. Menjalani amanah masing-masing. Namun malam itu, sebuah pesan sederhana mempertemukan mereka kembali dalam sebuah percakapan panjang yang tak pernah mereka rencanakan. Awalnya mereka hanya berbicara tentang kampung halaman. Tentang kebun yang kini telah berubah. Tentang orang-orang yang dahulu memenuhi kehidupan mereka namun kini tinggal dalam kenangan. Tentang orang tua yang semakin menua. Tentang rumah-rumah lama yang tak lagi sama. Namun semakin ma...

Menulis Bukan Bakat Tapi Keberanian Untuk Memulai

Gambar
Resume ke-1  Senin, 20 April 2026  Nara Sumber Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.  Moderator Helwiyah, S.Pd, M.M.  Semangat Baru di Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI #34 Malam ini di Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI pertemuan ke-1 gelombang ke-34, moderatornya adalah Bunda Helwiyah, S.Pd., M.M. Beliau membuka kelas dengan penuh semangat. Untaian kata yang romantis membuat saya semakin antusias mengikuti kelas ini. Pantun pun tidak lupa beliau selipkan dalam pembukaan kelas malam ini. Burung merpati terbang ke rawa Hinggap sebentar di atas dahan KBMN 34 pembakar jiwa Mari menulis, genggamlah perubahan Malam ini saya menyimak dengan serius pemaparan materi dari Bunda Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. Materi disampaikan dengan santai, tetapi penuh makna. Pertanyaan-pertanyaan pemantik membuat peserta antusias menyampaikan jawabannya. Salah satu pertanyaan yang beliau lontarkan adalah, “Mengapa menulis?” Bunda Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. langsung menantang peserta untuk...

Menulis adalah Jejak, Menerbitkan adalah Keberanian

Gambar
Resume ke-17 Jum'at, 29 Mei 2026  Nara Sumber : Mukminin, M.Pd Moderator : Yandri Sari, S.Pd Saat mengikuti kelas malam ini, muncul satu pertanyaan sederhana di benak saya, “Apakah menerbitkan buku memang sesulit itu?” Mungkin banyak dari kita yang sudah memiliki tulisan, bahkan naskah yang hampir selesai, tetapi masih bingung harus melangkah ke mana agar tulisan itu benar-benar bisa menjadi sebuah buku. Melalui kelas bertema “Terbitkan Buku Semakin Mudah bersama Penerbit Indie” ini, saya merasa semakin tertarik untuk belajar lebih jauh tentang dunia penerbitan. Ternyata, menerbitkan buku tidak selalu serumit yang dibayangkan. Bersama penerbit indie, peluang untuk memiliki buku sendiri terasa lebih dekat, lebih praktis, dan lebih fleksibel. Narasumber malam ini adalah Bapak Mukminin, S.Pd., M.Pd. atau yang akrab disapa Cak I. Beliau merupakan Owner dan Direktur Kamila Press Lamongan sekaligus editor buku sejak tahun 2019. Hingga saat ini, beliau telah membantu menerbitkan le...

Jangan Tangisi Kepergianku

“Jika suatu hari aku pergi jauh darimu, jangan salahkan waktu, jangan pula membenci takdir. Karena mungkin Rabb sedang memanggil langkahku menuju jalan yang tak bisa lagi kau temani. Ada perpisahan yang memang tidak diciptakan untuk dipahami, hanya untuk diterima dengan hati yang perlahan belajar ikhlas. Dan bila nanti namaku hanya tinggal kenangan di ingatanmu, jangan tangisi kepergianku terlalu lama… cukup simpan aku di sudut paling tenang dalam hatimu, tempat doa-doa diam masih hidup tanpa suara.” “Kelak kau akan mengerti, bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti memilikinya sampai akhir. Kadang Rabb hanya mempertemukan dua hati untuk saling menguatkan, lalu memisahkannya agar keduanya kembali bergantung hanya kepada-Nya. Jika nanti malam terasa lebih sunyi tanpaku, jangan cari aku di dunia yang telah jauh. Temuilah aku di setiap doa setelah sujudmu. Sebab mungkin tubuhku telah hilang dari pandanganmu, namun namaku masih disebut langit saat kau memohon kepada Rabb dengan air ...