Menulis adalah Jejak, Menerbitkan adalah Keberanian

Resume ke-17

Jum'at, 29 Mei 2026 

Nara Sumber : Mukminin, M.Pd

Moderator : Yandri Sari, S.Pd

Saat mengikuti kelas malam ini, muncul satu pertanyaan sederhana di benak saya, “Apakah menerbitkan buku memang sesulit itu?” Mungkin banyak dari kita yang sudah memiliki tulisan, bahkan naskah yang hampir selesai, tetapi masih bingung harus melangkah ke mana agar tulisan itu benar-benar bisa menjadi sebuah buku.

Melalui kelas bertema “Terbitkan Buku Semakin Mudah bersama Penerbit Indie” ini, saya merasa semakin tertarik untuk belajar lebih jauh tentang dunia penerbitan. Ternyata, menerbitkan buku tidak selalu serumit yang dibayangkan. Bersama penerbit indie, peluang untuk memiliki buku sendiri terasa lebih dekat, lebih praktis, dan lebih fleksibel.

Narasumber malam ini adalah Bapak Mukminin, S.Pd., M.Pd. atau yang akrab disapa Cak I. Beliau merupakan Owner dan Direktur Kamila Press Lamongan sekaligus editor buku sejak tahun 2019.

Hingga saat ini, beliau telah membantu menerbitkan lebih dari 400 judul buku karya guru-guru dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi guru, beliau juga berhasil membawa Kamila Press meraih penghargaan literasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2025 dan menjadi bagian dari pemecah Rekor MURI buku antologi SMARDHYARI.

Kata Bapak Narasumber “dalam dunia penerbitan, terdapat dua jenis penerbit, yaitu penerbit mayor dan penerbit indie. Keduanya memiliki perbedaan dalam proses penerbitan, biaya, hingga pemasaran buku.

1. Jumlah Cetakan Buku

  • Penerbit Mayor mencetak buku dalam jumlah besar, biasanya 1000–3000 eksemplar untuk dijual di toko buku.
  • Penerbit Indie mencetak buku sesuai pesanan penulis atau menggunakan sistem POD (Print on Demand).

2. Pemilihan Naskah

  • Penerbit Mayor sangat selektif dalam memilih naskah karena mengikuti kebutuhan pasar dan mempertimbangkan penjualan buku.
  • Penerbit Indie lebih terbuka menerima naskah selama karya asli, tidak plagiat, dan tidak mengandung unsur negatif seperti SARA dan pornografi.

3. Profesionalitas

  • Penerbit Mayor memiliki banyak tenaga profesional dan sistem kerja yang besar.
  • Penerbit Indie juga profesional, tetapi penulis harus teliti memilih penerbit agar kualitas buku tetap baik, mulai dari cover, isi, hingga jenis kertas yang digunakan.

4. Waktu Penerbitan

  • Penerbit Mayor membutuhkan waktu cukup lama karena banyak tahapan proses.
  • Penerbit Indie biasanya lebih cepat, bahkan buku bisa terbit dalam hitungan minggu.

5. Royalti

  • Penerbit Mayor umumnya memberikan royalti sekitar 10% dari hasil penjualan buku.
  • Penerbit Indie biasanya memberikan royalti lebih besar, sekitar 15–20%.

6. Biaya Penerbitan

  • Penerbit Mayor menerbitkan buku tanpa biaya dari penulis.
  • Penerbit Indie berbayar sesuai layanan dan kualitas penerbit masing-masing.

Tahapan yang harus dilakukan sebelum menerbitkan buku:

1. Prawriting (Mencari Ide)

  • Penulis mulai mencari ide dari lingkungan sekitar.
  • Harus peka melihat kejadian atau pengalaman yang bisa dijadikan tulisan.
  • Banyak membaca buku agar ide semakin berkembang.

2. Drafting (Membuat Draft)

  • Mulai membuat kerangka atau daftar isi buku.
  • Menulis sesuai minat, seperti artikel, cerpen, puisi, atau novel.

3. Revisi

  • Memeriksa kembali tulisan.
  • Memilih bagian yang perlu dipertahankan, diperbaiki, ditambah, atau dihapus.

4. Editing / Swasunting

  • Memperbaiki tanda baca dan susunan kalimat.
  • Menyesuaikan tulisan dengan aturan bahasa yang baik dan benar.

5. Publikasi

  • Jika naskah sudah siap, maka masuk tahap penerbitan buku.
  • Buku bisa diterbitkan melalui penerbit indie seperti Kamila Press Lamongan.

Syarat Penerbitan Buku di Kamila Press Lamongan

  1. Syarat Penerbitan Buku di Kamila Press Lamongan

    1. Mengirim naskah lengkap:

    · Judul

    · Kata pengantar

    ·  Daftar isi

    · Isi naskah

    · Daftar pustaka

    · Biodata penulis dan foto

    · Sinopsis

    2.             Format penulisan:

    · Ukuran A5

    · Spasi 1,15

    · Font ukuran 11

    · Margin kanan, kiri, atas, bawah masing-masing 2 cm

    · Menggunakan huruf Arial, Calibri, atau Cambria

  2. Semua file dijadikan satu lalu dikirim melalui WhatsApp atau email penerbit. gusmukminin@gmail.com

Alhamdulillah, malam ini saya mendapatkan banyak ilmu dan wawasan baru tentang dunia penerbitan buku. Materi yang disampaikan begitu jelas, sederhana, dan mudah dipahami, sehingga membuat saya semakin yakin bahwa siapa pun bisa mewujudkan mimpi memiliki buku sendiri jika mau terus belajar dan mencoba.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada moderator yang telah memandu kelas dengan hangat dan menyenangkan, serta kepada Bapak Mukminin, M.Pd. yang telah berbagi pengalaman, ilmu, dan semangat luar biasa dalam dunia literasi. Saya benar-benar kagum dengan dedikasi dan karya-karya beliau yang begitu menginspirasi. Semoga semangat beliau dalam berkarya dan membantu para penulis terus membawa manfaat dan menjadi motivasi bagi kami semua untuk terus menulis dan berani menerbitkan karya terbaik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proofreading: Ketika Detail Kecil Mengubah Segalanya

Menulis Bukan Bakat Tapi Keberanian Untuk Memulai

Menulis: Dari Belajar hingga Menginspirasi