Menulis Bukan Bakat Tapi Keberanian Untuk Memulai
Malam ini di Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI pertemuan ke -1 gelombang ke-34. Pertemuan pertama ini moderatornya adalah bunda Helwiyah, S.Pd, M.M. Kelas beliau buka dengan penuh semangat. Untaian kata yang romatis membuat saya semakin antusias mengikuti kelas ini. Pantun tidak lupa beliau selipkan di pembukaan kelas malam ini.
Burung merpati terbang ke rawa
Hinggap sebentar di atas dahan
KBMN 34 pembakar jiwa
Mari menulis genggamlah perubahan
Malam ini saya dengan serius menyimak pemamaparan materi dari bunda Dra. Sri Sugiastuti, Mpd. Materi disampaikan dengan santai namun penuh makna. Pertanyaan-pertanyaan pemantik membuat peserta antusias menyampaikan jawabannya. Pertanyaannya adalah “mengapa membuat tulisan? Dan bunda Dra. Sri Sugiastuti, Mpd. langsung menantang peserta untuk menulis tiga paragraf. Banyak peserta yang antusias menuliskan alasan-alasan mereka dari pertanyaan yang dilontarkan oleh bunda Dra. Sri Sugiastuti, Mpd.
Isi
Mengapa menulis itu penting? Menulis itu penting dikarenakan sebagai Indikator intelektualitas, Media menyampaikan ide, Profesi yang dihargai. “kata bunda Dra. Sri Sugiastuti, Mpd.”. Ternyata sebegitu pentingnya menulis bagi seseorang, jika menulis ini sudah menjadi kebiasaan maka banyak perubahan yang akan hadir dalam kehidupan seseorang.
Banyak kendala bagi seseorang yang belum mampu memulai menulis. Ada yang kurang percaya diri mencurahkan isi hati dan pikirannya berupa tulisan. Ada dengan alasan kesibukan maka seseorang tidak memiliki waktu untuk memulai menulis. Bahkan ada juga dengan alasan tidak punya ide dan takut di kritik oleh orang lain. Jadi, apakah alasan-alasan ini akan selalu menjadi jerat untuk tidak memulai menulis? Atau akan keluar dari jerat itu dengan berbekal ilmu yang telah dipelajari di kelas malam ini?.
Bunda Dra. Sri Sugiastuti, Mpd. menyampaikan bahwa untuk menjadi seorang penulis maka mulai dengan “Mengapa”. Menulis bukan sekadar aktivitas, tapi bagian dari nilai hidup. Menulis adalah cara menuangkan pikiran, pengalaman, dan makna hidup. Dan satu hal yang harus ditanamkan dalam hati adalah bahwa dengan menulis akan memberi banyak manfaat bagi orang lain. Dengan banyaknya orang membaca tulisan kita bisa jadi ada Solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh pembaca tulisan kita. Ada hikmah-hikmah positif dalam tulisan kita, sehingga bisa menginspirasi para pembaca.
Bunda Dra. Sri Sugiastuti, Mpd. Memberikan tips supaya mudah mendapatkan ide, mudah menuangkan ide ke tulisan maka ada beberapa orang tokoh dan penulis yang luar biasa karya-karya mereka yaitu J.K. Rowling, Andrea Hirata, Pramoedya Ananta Toer.
Selanjutnya bunda Dra. Sri Sugiastuti, Mpd. menyampaikan beberapa Teknik dalam menulis:
Teknik 1 “free writing” tulis tanpa berhenti selama 5 menit , Jangan hapus, jangan mikir terlalu lama,
Biarkan ide mengalir bebas, cocok untuk mengatasi kebuntuan . Teknik 2 “Gunakan Bahasa "Ngobrol"
Tulis seperti sedang bercerita ke teman, gunakan bahasa yang sederhana dan natural , Bayangkan hanya 1 orang pembaca, Hindari bahasa terlalu kaku atau formal berlebihan.
Teknik 3 “Rumus 15 Menit Sehari” tidak perlu menunggu waktu luang panjang , cukup 15 menit setiap hari, lebih baik sedikit tapi rutin, kebiasaan kecil akan jadi karya besar.
Ide dalam menulis bisa didapat dari pengalaman pribadi, dari emosi: marah, sedih, Bahagia, dari lingkungan sekitar dan dari hal sederhana yang sering diabaikan. Ide tidak dicari tetapi disadari, “kata bunda Dra. Sri Sugiastuti, Mpd.
Persiapan sebelum menulis bagi seorang pemula adalah mentukan ide utama yang ingin ditulis, tentukan tujuan (menghibur, mengedukasi, menginspirasi), kenali siapa pembacanya dan buat outline sederhana sebagai panduan.
Selanjutnya bunda Dra. Sri Sugiastuti, Mpd. Menyampaikan tips bagi penulis. Ini adalah hal yang sangat diperlukan oleh penulis pemula. Karena tanpa tips ini maka penulis pemula akan bingung memulainya, Tips yang diberikan oleh bunda Dra. Sri Sugiastuti, Mpd. Adalah banyak membaca, diskusi, membuka sudut pandang baru, peka terhadap sekitar.
Setelah pemamparan materi di akhir sesi bunda Dra. Sri Sugiastuti, Mpd menutup dengan sebuah pantun yang sangatlah bagus.
Pergi ke pasar membeli jamu,
Jamu diminum menambah stamina.
Tuangkan ide di dalam bukumu,
Agar karyamu jadi berguna.
Penutup
Terima kasih kepada bunda Dra. Sri Sugiastuti, Mpd atas ilmunya yang membuat saya bangga berada di kelas ini. Motivasi saya yang sempat hilang kini telah kembali. Tidak ada alasan saya untuk mundur dari kelas ini. Dalam hati saya berkata " ini adalah kelas yang akan memberi hidup saya lebih berarti tahun ini.
Ada semangat yang membara yang saya rasakan setelah bergabung di kelas KBMN PGRI #34 ini. Semoga saya istiqomah mengikuti kelas ini dan bisa menghasilkan tulisan yang enak dibaca. Target besar saya adalah saya ingin buku solo saya terbit sebelum penutupan kelas ini. Ya Rabb…This is my passion Now. Aamiin ya rabbal’alamiin.

Komentar
Posting Komentar