“Menulis sebagai Jalan Karya, Manfaat, dan Inspirasi Tanpa Batas”

 Resume ke-18

Selasa, 02 Juni 2026 

Nara Sumber     : Suharto, S.Ag, M.Pd

Moderator         : Raliyanti


Pada pertemuan ke-18 Pelatihan Belajar Menulis Nusantara, Ibu Raliyanti dari Tim Solid Omjay (TSO) mengajak peserta untuk terus semangat menulis dan mengembangkan kemampuan literasi. Banyak peserta yang awalnya ragu kini mulai berani menulis dan mempublikasikan karya mereka di blog.

Tema pelatihan malam ini adalah “Guru Tangguh: Jejak Guru Madrasah Inspiratif” dengan narasumber Suharto, S.Ag., M.Pd. atau Cing Ato. Beliau merupakan guru madrasah inspiratif yang tetap aktif menulis, sehingga menjadi motivasi bagi peserta untuk terus berkarya dan menulis.

Narasumber menceritakan bahwa meskipun tidak lulus saat mengikuti pelatihan KBM karena kondisi kesehatan yang sedang menurun dan tidak sempat mengumpulkan resume, beliau tetap semangat belajar dan menulis. Tulisan-tulisan yang dibagikan di Facebook kemudian dikumpulkan menjadi buku hingga berhasil menerbitkan dua buku dan akhirnya dinyatakan lulus.

Berkat kegigihannya, beliau dipercaya menjadi narasumber beberapa gelombang pelatihan, terus berkarya, mendirikan kelas menulis di madrasah, serta menghasilkan empat buku antologi. Selain itu, beliau juga belajar desain cover dan layout serta sering membantu teman-teman membuat cover buku secara gratis, meskipun terkadang namanya tidak dicantumkan sebagai desainer.

Banyak prestasi yang telah Cing Ato raih timgkat regional bahkan tingkat nasional. Cing Ato Akhirnya menjadi narasumber di KBMN PGRI #34.

Menurut Cing Ato, alasan utama menulis adalah:

1. Karena kebutuhan untuk terus belajar dan berbagi

2. Karena tulisan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Perjuangan untuk menjadi inspirator, Cing Ato sangat menggetarkan hati saya. Perjuangan menjadi agen perubahan dan menjadi Cahaya bagi teman-teman beliau. Cing Ato mengikuti pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar. Sehingga akhirnya bisa menjadi penulis yang berprestasi dan Cing Ato sering mendapatkan apresiasi dari apa yang telah dilakukan.

Bagi saya malam ini ilmu yang Cing Ato bagikan adalah Mutiara mahal yang mana tidak bisa didapatkan oleh orang diluar sana. Pengalaman adalah ilmu yang paling mahal, Cing Ato yang menyampaikan dengan sepenuh hati, tapi jauh dari lubuk hati saya yang paling dalam mengatakan bahwa “ Cing Ato adalah sosok yang telah membuat darah berliterasi saya mendidih mala mini”.

Membaca pelan-pelan cerita Cing Ato tanpa terasa air mata ikut menjadi saksi akan semangat dan perjuangan yang luar biasa dalam berliterasi. Kereen Cing Ato…

Cing Ato menjelaskan bahwa salah satu alasan beliau menulis adalah agar tetap bisa memberikan manfaat meskipun sedang sakit. Dari hasil perenungan, beliau mulai menulis pengalaman hidup dan motivasi setiap hari, lalu membagikannya di media sosial. Tulisan-tulisan tersebut mendapat banyak apresiasi dari pembaca dan akhirnya dikumpulkan menjadi buku.

Selain sebagai sarana berbagi manfaat, buku-buku yang diterbitkan juga banyak disedekahkan atau diwakafkan kepada lembaga pendidikan dan komunitas literasi agar semakin banyak orang yang merasakan manfaatnya. Sebagai guru yang memiliki keterbatasan, beliau tetap disiplin, terus membimbing siswa, dan selalu bersemangat menjalani kehidupan tanpa mengenal kata terlambat.

Masya Allah… materi mala mini dagingnya tebal sekali. 

Dari kegiatan menulis, narasumber Cing Ato mendapatkan banyak manfaat seperti:

1.  memiliki banyak teman literasi, memperoleh penghasilan

2. serta bisa terus berbagi ilmu kepada orang lain

3. Selain itu, beliau juga meraih berbagai penghargaan dari tingkat daerah hingga nasional, seperti pahlawan pendidikan, Guru Madrasah Inspiratif 2024, dan apresiasi Guru Tangguh, serta dipercaya menjadi narasumber di TVONE dan DAAI TV.

4. Kegiatan menulis juga membuat beliau dikenal luas hingga didatangi youtuber dan mahasiswa dari berbagai universitas

5. Serta diundang sebagai narasumber di KBM Nusantara PGRI

6. menulis terbukti membuka banyak kesempatan untuk berkarya dan menginspirasi banyak orang

Narasumber menyampaikan bahwa kunci kesuksesannya dalam menulis adalah dengan mengamalkan nasihat dari Omjay dan Om Dedi, yaitu menulis setiap hari dan membiarkan hasilnya terlihat, dan "jangan sampai sendal jepit lebih terkenal dari diri anda". serta terus berusaha dikenal lewat karya agar tidak kalah terkenal dari hal-hal kecil. 

Beliau juga memodifikasi kalimat motivasi tersebut dengan mengganti kata “buktikan” menjadi “lihatlah” sebagai bentuk refleksi pribadi. Di akhir penyampaiannya, beliau mengajak untuk menelusuri jejak karya dan aktivitasnya melalui pencarian di internet sebagai bukti perjalanan menulis yang telah dijalani.

Dengan adanya materi malam ini, saya memahami bahwa menulis bukan sekadar kegiatan menuangkan kata, tetapi sebuah perjalanan hidup yang mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, kesedihan menjadi motivasi, dan pengalaman menjadi karya yang bermanfaat. Menulis juga menjadi jalan untuk terus tumbuh, berbagi, dan meninggalkan jejak kebaikan yang tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi meluas untuk banyak orang.

Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada moderator dan narasumber yang telah berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang sangat berarti. Ucapan terima kasih juga saya ucapkan kepada KBMN PGRI #34 yang telah memberikan ruang belajar dan kesempatan berharga ini. Semoga ilmu yang didapat menjadi amal jariyah dan terus menguatkan langkah kita dalam berkarya dan menginspirasi. Aamiin




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proofreading: Ketika Detail Kecil Mengubah Segalanya

Menulis Bukan Bakat Tapi Keberanian Untuk Memulai

Menulis: Dari Belajar hingga Menginspirasi