Menulis: Dari Belajar hingga Menginspirasi
Resume ke-3
Jum'at, 24 April 2026
Nara Sumber Aam Nurhasanah, S.Pd.
Moderator Eka Yulia, M. Pd.
Malam ini ditempat saya hujan turun dengan derasnya. walaupun di luar hujan, suasana dingin namun di kelas ini tetap suasananya terasa hangat dan bersahabat. Pertemuan ke-3 malam ini, kelas dibuka dengan sapaan dengan bahasa yang mana bagi saya sendiri bahasanya sangatlah asing. saya penasaran ini bahasa apa ya? ini bunyi sapaannya
"Tabe Salamat Lingu Nalatay.
Salam Sahujud Karendem Malempang
Adil Katalino Bacuramin Kasaruga
Basengat Kajubata.
Arus, Arus, Arus!
Salam yang terakhir adalah Salah khas Suku Dayak Kalimantan Tengah (dari Tabe sampai Kajubata) yang akan dijawab oleh audien dengan pekik semangat Arus, Arus, Arus!"kata bu Eka Yulia beliau moderator di kelas malam ini.
Bu eka juga melontarkan pantun malam ini,
Burung Belibis hinggap di dahan
Berkicau riang di barisan cemara
menulislah perlahan-lahan
Belajar riang ditemani momod Eka
Masya Allah, setelah bergabung di kelas ini satu hal yang membuat saya kagum adalah para narasumber dan moderator semuanya pandai berpantun. Saya penasaran kira-kira apa ya... tips supaya bisa berpantun? Saya juga ingin sekali pandai berpantun, semoga nanti setelah mengikuti kelas ini saya juga bisa berpantun dan membalas pantun.
Sesuai dengan jadwal, malam ini kita akan bersama-sama menyimak materi daging dengan tajuk “Gali Potensi Ukir Prestasi” yang akan disampaikan oleh Neng Aam Nurhasanah, S.Pd. "kata bu Moderator".
Neng Aam ini, sosok multitalenta yang berasal dari Lebak.
Orangnya cerdas, ramah, mudah akrab, enak diajak “bercerita”, dan tidak pelit ilmu.
Saya sudah merangkum CV Neng Aam, ala-ala Teh Eka. (kalau ditulis semua, materi gak bakal kebagian. Segalanya tentang Neng Aam ini serba panjang)
Maksudnya, daftar bukunya puannnnjang.
Pengalaman dalam dunia kepenulisan juga puanjang. "kata moderator"
Betapa bahagianya saya bisa bergabung di kelas ini, selain materinya yang menarik ternyata anugerah terindah lainnya adalah pematerinya yang super sekali. semoga para pemateri dan moderator di kelas ini selalu Allah jaga dan sehat selalu. Aamiin.
Ke pasar pagi membeli ikan
Tak lupa bawa buah delima
Teh Eka buka acara dengan sopan
Aam jawab dengan penuh makna
Ini pantun dari bu Aam , kereeen
Saya benar-benar antusias mengikuti kelas ini, semuanya menarik dan layak siapapun mengikutinya.
Setiap individu memiliki potensi dalam dirinya, baik berupa bakat, minat, maupun kemampuan yang dapat dikembangkan. Potensi tersebut tidak akan terlihat jika tidak digali dan diasah melalui usaha yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengenali kelebihan dirinya sejak dini.
Gali Potensi artinya mengenali, menemukan, dan mengembangkan bakat atau kemampuan yang ada dalam diri kita. Setiap orang punya kelebihan, tapi sering belum sadar atau belum diasah. Jadi kita diminta untuk “menggali” dulu - lewat belajar, latihan, mencoba hal baru.
Ukir Prestasi artinya membuat atau menciptakan pencapaian yang membanggakan dari potensi yang sudah digali tadi. Kata “ukir” dipakai karena prestasi itu tidak datang instan. Butuh proses, kerja keras, dan ketekunan, sama seperti mengukir kayu atau batu sampai jadi karya indah.
Menggali Potensi dapat dimulai dari:
1. Hal yang disukai.
2. Hal yang dialami
3. Hal yang dikuasai
Bu Aam bercerita beliau dulunya juga sebagai peserta di kelas ini. Ternyata bu Aam pernah gagal mengikuti kelas ini. Tapi semangat beliau tidak pernah padam dengan kata gagal, akhirnya beliau mengikuti lagi kelas ini gelombang 12. Ternyata semangat beliau telah membuktikan bahwa tidak ada kata gagal bagi seseorang yang mau berjuang. Beliau telah banyak menulis buku antologi dan solo. Barakallah buk Aam.
Bu Aam menceritakan tentang perjalanan beliau menjadi seorang penulis. Banyak tulisan yang telah digoreskan. Pengalaman-pengalaman yang menarik yang disampaikan membuat saya terpesona membacanya. Buah perjalanan menulis dari peserta, moderator, kurator, editor, saya mendapat berkah menjadi narasumber dan juri blog. " kata Bu Aam.
Buk Aam juga mengikuti berbagai macam tantangan menulis di berbagai even menulis. Prestasipun beliau dapatkan. Buah perjalanan menulis dari peserta, moderator, kurator, editor, saya mendapat berkah menjadi narasumber dan juri blog. "kata buk Aam".
Ikut bahagia dan salut dengan perjuangan Bu Aam, ternyata pernah gagal bukanlah penghalang untuk terus berkarya, bu Aam telah membuktikannya. Semakin mencoba dengan penuh keyakinan maka karyapun semakin banyak dihasilkan.
Saya sangat bangga bisa bergabung di kelas ini. walaupun menulis adalah hal baru bagi saya namun saya akan terus mencoba menuliskan apa yang saya pelajari, saya lihat dan saya rasakan. Saya akan mencoba maksimal dikelas ini, saya yakin dengan belajar serius dan dibimbing oleh team solid di kelas ini akan membuat saya selalu bersemangat untuk menulis.
Thank you so much Bu Aam atas pembuktian cintanya kepada saya dan kawan-kawan yang ada di kelas ini. Semoga setiap ilmu yang diberikan kepada kami berbuah surgaNya. Bu Eka "terima kasih banyak atas kebersamaannya malam ini. Saya sangat terkesan dengan sapaannya malam ini.

Komentar
Posting Komentar