Proofreading: Ketika Detail Kecil Mengubah Segalanya

Resume ke-12 

Jum'at, 15 Mei 2026 

Nara Sumber : Susanto, S.Pd

Moderator : Lely Suryani, S.Pd., SD.





Kepriwe kabare lur...
Wingi kie, aku njaluk ijin, munggah panggung KBMN, saperlu mbarengi Narasumber sing wis pancen HEBAT nang dunia persilatan.. Itulah sepenggal bahasa Jawa Ngapak. Banyumas. Sapaan yang hangat menghantarkan kelas malam ini semakin seru.

Apa itu proofreading?

Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan.

Dengan makna lain...

Proofreading adalah tahap terakhir untuk mengecek tulisan sebelum dipublikasikan atau dikumpulkan. Berbeda dengan editing yang memperbaiki isi dan susunan tulisan, proofreading lebih fokus pada kesalahan kecil seperti ejaan, tanda baca, dan penggunaan bahasa yang konsisten. Meskipun terlihat sepele, kesalahan kecil ini bisa membuat tulisan terlihat kurang profesional.

Bagaimana kita tahu tulisan kita ada kesalahan atau tidak?

Kita harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang struktur kalimat dan EYD.

 Apa saja yang dibutuhkan untuk belajar proofred?

1.  kita perlu banyak membaca agar memahami tata bahasa baku Bahasa Indonesia dan EYD
2.  Gunakan alat bantu seperti catatan atau flyer sederhana agar lebih mudah mengingat aturan penulisan.

Aplikasi yang bisa dipakai untuk proofreading?

1. Google Docs. hasilnya kadang belum tepat, tetapi fitur itu bisa memberi peringatan sehingga lebih teliti dan bisa memeriksa kembali kemungkinan kesalahan.

2. Menggunakan AI seperti OpenAI ChatGPT atau Google Gemini, gunakan untuk membantu menemukan kesalahan dasar. Setelah itu, hasil akhirnya tetap perlu diperiksa kembali sesuai kemampuan dan ketelitian masing-masing.

Cara Mudah Proofreading

1. Proofreading adalah proses membaca ulang dan memeriksa tulisan sebelum dipublikasikan atau dicetak untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan kecil dalam penulisan.

2. Proofreading dilakukan setelah tulisan selesai dibuat. Misalnya, jika diminta menulis 800 kata, proofreading baru dilakukan setelah bagian pembukaan, isi, dan penutup selesai ditulis.

Proofreading membantu membuat tulisan menjadi lebih rapi, jelas, dan mudah dipahami. Dengan membiasakan proofreading, kesalahan kecil dalam tulisan bisa diperbaiki sebelum dipublikasikan. Semakin sering berlatih, kemampuan menulis dan ketelitian juga akan semakin baik.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Bukan Bakat Tapi Keberanian Untuk Memulai

Menulis: Dari Belajar hingga Menginspirasi