Tulislah Kisahmu dan Biarkan Dunia mengenangnya

Resume ke-15 

Jum'at, 22 Mei 2026 

Nara Sumber : Lely Suryani, S.Pd, SD

Moderator : Aam Nurhasanah, S.Pd

Malam ini saya benar-benar dibuat kagum bahwa menulis biografi ternyata bukan hanya tentang merangkai kisah hidup seseorang, tetapi tentang menghadirkan kembali perjuangan, luka, harapan, dan ketulusan yang pernah dilalui manusia. Dari pengantar yang disampaikan, saya merasa bahwa setiap orang ternyata memiliki cerita yang pantas dikenang, termasuk para guru yang selama ini diam-diam berjuang dengan penuh cinta untuk pendidikan. Sosok Omjay dan Oma Lely mengajarkan bahwa tulisan yang lahir dari hati akan selalu menemukan jalannya menuju hati pembaca.

Saya juga sangat tersentuh melihat perjalanan alumni KBMN yang terus bertumbuh hingga menjadi narasumber hebat. Kesederhanaan, ketekunan belajar, dan semangat berbagi ilmu malam ini terasa begitu hangat dan menginspirasi. Rasanya bukan hanya belajar tentang biografi dan autobiografi, tetapi juga belajar memandang hidup dengan lebih bermakna. Bahwa setiap langkah perjuangan, sekecil apa pun, jika ditulis dengan hati, dapat menjadi cahaya dan harapan bagi banyak orang. “Kata pengantar kelas malam ini yang disampaikan ole Bu Aam, membuat saya semakin semangat mengikuti kelas.”

Dari penyampaian Oma Lely malam ini, saya belajar bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari prestasi besar, tetapi sering kali lahir dari keberanian untuk mencoba dan kepercayaan yang diberikan orang-orang baik di sekitar kita.

Dengan penuh rasa syukur, beliau menceritakan perjalanan hingga bisa berdiri sebagai narasumber KBMN melalui karya buku spesial Kisah Omjay. Semua itu menjadi bukti bahwa proses, doa, dukungan para senior, dan ketulusan dalam belajar mampu mengantarkan seseorang pada titik terbaik dalam hidupnya.

Menulis biografi dan autobiografi adalah cara mengabadikan perjalanan hidup manusia agar tetap dikenang sepanjang waktu.

Cerita kehidupan lebih berharga dari sekadar harta atau popularitas karena dapat menjadi pelajaran bagi banyak orang.

Penulis disebut sebagai “arsitek sejarah” karena tugasnya menyusun kisah hidup menjadi tulisan yang bermakna dan inspiratif.

Biografi tidak hanya berisi tanggal lahir, pendidikan, atau pencapaian, tetapi juga perjuangan, kegagalan, pengorbanan, dan harapan hidup seseorang.

Menulis biografi harus menggunakan hati agar pembaca dapat merasakan emosi dan perjalanan hidup tokohnya.

Penulis biografi diibaratkan seperti sutradara film yang memilih bagian kehidupan paling penting dan menarik untuk diceritakan.

Struktur buku biografi terdiri dari:

1.     1. Bagian awal (pengantar, prakata, ucapan terima kasih)

2.    2. Bagian isi (perjalanan hidup tokoh)

3.    3. Bagian akhir (timeline, daftar pustaka, biodata penulis).

Bagian isi biografi biasanya dimulai dari prolog menarik, masa kecil, pencarian jati diri, perjuangan hidup, keberhasilan, sisi kemanusiaan, hingga warisan kehidupan tokoh.

Biografi yang baik tidak fokus pada “apa yang terjadi”, tetapi pada “bagaimana perasaan dan respons tokoh saat menghadapi kehidupan”.

Tujuan utama biografi adalah menghadirkan inspirasi, pembelajaran hidup, dan harapan bagi pembacanya.

Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Oma Lely sebagai pemateri yang malam ini telah membuka cara pandang kami tentang arti sebuah kisah kehidupan. Penyampaian yang hangat, sederhana, namun begitu dalam membuat saya sadar bahwa setiap manusia memiliki cerita berharga yang layak diabadikan. Saya benar-benar kagum pada ketulusan, keberanian, dan semangat Oma Lely dalam berbagi pengalaman serta ilmu yang begitu menginspirasi.

Terima kasih juga kepada Ibu moderator "Bu Aam"  yang telah membersamai jalannya kelas dengan penuh semangat dan kelembutan, sehingga suasana belajar terasa hidup dan nyaman. 

Dan rasa hormat terdalam saya untuk Omjay, sosok yang terus menyalakan cahaya literasi bagi banyak guru di Indonesia. Dari tangan dingin dan ketulusan beliau, lahir begitu banyak penulis hebat yang sebelumnya tidak pernah percaya pada dirinya sendiri. Semoga setiap ilmu, perjuangan, dan kebaikan yang ditanam malam ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga Allah pertemukan kita semua dengan keberkahan terbaik-Nya.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proofreading: Ketika Detail Kecil Mengubah Segalanya

Menulis Bukan Bakat Tapi Keberanian Untuk Memulai

Menulis: Dari Belajar hingga Menginspirasi