“Dari Materi Tercerai Menjadi Buku Pelajaran”

 

Resume ke-9 

Jum'at, 08 Mei 2026 

Nara Sumber : Dyah Kusumaningrum, ST.

Moderator : Nur Dwi Yanti, M.Pd



Menyusun Bahan Ajar yang tercerai Berai Menjadi Buku pelajaran adalah judul materi di pertemuan ke-9 di kelas KBMN PGRI. Bagi saya ini adalah materi yang baru, ternyata bahan ajar juga bisa menjadi sebuah buku. 

Sebenarnya setia guru sudah memiliki bahan untuk menulis buku pelajaran, hanya saja masih tersimpan dengan rapi. Ada dalam bentuk modul, lkpd, slide presentasi, catatatn mengajar, daan lain-lainnya. Dokumen tersebut sering dianggap oleh guru hanyalah dokumen biasa, padahan dengan di susun rapi bisa dijadikan sebuah buku pelajaran yang utuh. 

Buku pelajaran merupakan bentuk bahan ajar yang paling lengkap dan sistematis. Karena itu, menulis buku pelajaran bukan berarti memulai dari nol, tetapi mengumpulkan dan menata kembali bahan ajar yang sudah dimiliki.

Jenis-jenis Bahan Ajar

Bahan ajar dapat berbentuk:
1. Bahan cetak seperti buku, modul, handout, dan LKPD
2. Audio seperti rekaman suara atau podcast. 
3. Audio visual seperti video pembelajaran dan animasi
4. Multimedia interaktif seperti aplikasi pembelajaran atau powerpoint in teraktif.

semua bentuk tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu proses belajar peserta didik.

Selain itu, catatan mengajar guru juga termasuk baan ajar yang sangat berharga karena berisi pengalaman langsung, contoh kontekstual, dan penjelasan khas guru. 

Diktat, Modul, dan LKPD sebagai Cikal Bakal Buku

Diktat sebenarnya sudah menyerupai buku mini karena di dalamnya terdapat tujuan dan materi pelajaran. 
Modul proyek juga sudah memiliki susunan yang sistematis, lengkap dengan kegiatan belajar dan evaluasi. Sementara LKPD berisi latian dan tugas yang dapat menjadi bagian evaluasi dalam buku pelajaran. 

Artinya semua bahan tersebut bukan bahan mentah, melainkan bagian buku yang belum tertata rapi dan belum disatukan.

Langkah Menyususn Buku Pelajaran

1. mengumpulkan semua bahan ajar yang dimiliki
2. Mengelompokkan materi berdasarkan topik atau kompetensi
3. Menyusunnya menjadi bab-bab yang runtut
4. Menyeragamkan bahasa dan format penulisan
5. Menambahkan latihan, tugas, rangkuman dan evaluasi

Dengan cara ini, bahan ajay yang seblumnya tercerai berai dapat  berubah menjadi buku yang di gunakan oleh peserta didik.

Struktur Umum Buku Pelajaran
Secara umum, buku pelajaran terdiri atas:

1. Sampul
2. Kata Pengantar
3. Daftar Isi
4. Pendahuluan
5. Bab Materi
6. Latian dan tugas
7. Rangkuman
8. Refleksi
9. Evaluasi
10. Daftar Pustaka

Bagian utama dalam buku adalah bab materi. Isis bab dapat diambil dari diktat, modul, handout, maupun slide presentasi yang sudah pernah dibuat.

Manfaat Menyususn Buku Pelajaran
 
Buku pelajaran memudahkan guru dalam menyampaikan materi karena semua bahan sudah tersusun rapi dalam satu sumber belajar. 

selain bermanfaat bagi peserta didik, buku juga berguna bagi sekolah, rekan guru, dan masyarakat.

Buku yang sudah selesai di gunakan secara internal di seklah, di cetak mandiri, atau bahkan ditawarkan ke penerbit apabila strukturnya sudah matang.

Kesimpulan materi dari kelas malam ini adalah " menulis buku pelajaran sebenarnya dimulai dari bahan ajar yang setiap hari digunakan guru di kelas. Guru tidak perlu merasa belum memiliki bahan, karena sebagian materi sudah ada. Yang diperlukan adalah menyusun, merapikan dan mengembangkan bahan tersebut menjadi satu karya yang utuh dan sistematis. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Bukan Bakat Tapi Keberanian Untuk Memulai

Proofreading: Ketika Detail Kecil Mengubah Segalanya

Menulis: Dari Belajar hingga Menginspirasi