“AI Mengolah Kata, Tapi Hati yang Menentukan Arah Cerita”

 Resume ke-6 

Kamis, 01 Mei 2026 

Nara Sumber : Drs.Dedi Dwitagama, M.Si

Moderator : Sim Chuang Wei, S.P


Malam ini pertemuan ke-6 di kelas KBMN PGRI. Dari awal kelas ini di buka team KBMN PGRI telah menyajikan materi-materi yang sangat dibutuhkan oleh saya dan teman-teman lainnya di kelas ini. Malam ini materinya membuat saya lebih antusias, karena dipertemuan ke-2 kelas ini telah saya pelajari tentang blog, nah... hari ini materinya lebih menantang saya untuk mempelajarinya. 

Rambu-rambu Penggunaan AI dalam Menulis. Siapa yang tidak tahu AI. AI atau Artificial Intelligence, yang dalam bahasa Indonesia berarti Kecerdasan Buatan.  AI bertujuan untuk menciptakan mesin yang dapat berpikir dan bertindak seperti manusia, melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. "kata pengantar flayer yang sangat menarik dari moderator malam ini.

Walaupun di Kota Bukittinggi hujan lebat, namun kelas malam ini terasa hangat karena moderator yang semangat membuka kelas. Apalagi moderator menyampaikan bahwa akan ada reward untuk peserta yang pertanyaannya yang menarik. Luar biasa sekali pemateri dan moderator malam ini. 

Malam ini kita akan barbicang soal Ai (artificial Intelligent, akal Imitasi), atau kecerdasan buatan, dalam menulis. " kata bapak Sim Chuang Wei, S.P sebagai moderato malam ini. Ada tantangan dari moderator malam ini yaitu " mencari di AI tentang pemateri. Peserta di kelas malam ini semuanya aktif menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pemateri dan moderator.

Pembuka kelas yang menarik dari pemateri malam ini  bapak Drs. Dedi Dwitagama, M.Si adalah beliau menyuruh peserta untuk bertanya. Biasanya di kelas-kelas umum banyak kita temui bahwa materi disajikan terlebih dahulu, setelah itu baru ada sesi tanya jawab. 

Bagi saya cukup menarik dengan metode seperti ini karena beliau pandai membuat peserta di kelas untuk fokus dan mengingat-ingat kembali materi yang telah diberikan sebelumnya. Saya akan coba terapkan metode ini di kelas saya, karena dengan metode ini siswa akan mempersiapkan diri lebih awal, mencari permasalahan yang belum mereka pahami. disaat kelas dimulai maka siswa-siswa akan aktif dan semangat. Terima kasih Bapak Drs. Dedi Dwitagama, M.Si. " saya bahagia sekali bisa mengikuti kelas malam ini".

Kenapa saya bahagia berada di kelas malam ini? karena malam ini adalah presentasi ke 

1.335.sejak 1990. wow amazing... spechless saya,pak. Saya terharu karena malam ini bisa belajar langsung dengan bapak yang jam terbangnya sudah banyak. Bapak bukan hanya menjadi pembicara yang handal tetapi juga inspirator bagi saya dan teman-teman di kelas malam ini.

Untuk seseorang yang memiliki pandangan jauh ke depan, hal pertama yang beliau targetkan adalah bahaiman peserta di kelas ini bisa menjadi pribadi yang sukses dan mampu menulis. Target yang luar biasa yang dibuat oleh seorang guru. Beliau beri contoh dengan persiapan kelas ini dengan matang, beliau ajarkan peserta di kelas ini untuk menantang diri sendiri berani dan percaya diri.

materi selanjutnya adalah 3 in 1:

1. Ilmu 

kita pelajari supaya kita bisa membedakan mana yang seharusnya kita lakukan dan mana yang tidak seharusnya kita lakukan. Dengan ilmu kita tidak hanya sekedar tahu akan sesuatu tapi, ada yang jauh lebih tuju yaitu menuju ridha Rabb kita. ilmu yang baik bukan hanya sekedar kita tahu, tapi dengan ilmu kita semakin tahu akan diri kita sebagai hambaNya.

2. Adab

Adab lebih tinggi nilainya dari ilmu. Ilmu tanpa adab akan membawa seseorang menjadi kosong hatinya. adab mengajarkan kita akan arti rendah hati, kesabaran, menghormati dan sadar bahwa kita selalu dalam oantauan CCT-Nya. Karena semua yang kita lakukan tidak akan pernah lepas dari pandanganNya.

3. sukses

kesuksesan seseorang bukan hanya mengejar sesuatu yang hanya berkaitan tentang materi (uang), prestasi dan penghargaan-penghargaan. tetapi sebaliknya sukses yang artinya sejauh mana kita tetap taat kepada allah dalam setiap proses yang kita jalani. pada hakikatnya sukses sejati adalah ketika apa yang kita miliki dan kita capai membawa kita semakin dengan dengan Sang Pemberi sukses itu, bukan justru menjauh dari-Nya.

Pemateri juga menyampaikan tentang sejarah dari AI (Artificial Intelligent):

Awal Pemikiran (1940–1950-an)
Konsep AI bermula dari gagasan Alan Turing pada tahun 1950 melalui tulisannya “Computing Machinery and Intelligence”. Ia memperkenalkan Tes Turing, yaitu cara menilai apakah mesin bisa “berpikir” seperti manusia. Ini menjadi fondasi awal AI. 

Inilah perjalan aI dimulai pada tahun 1956: Ada juga dartmouth Conference: The Founding fathers of AI diantaranya adalah John Mc Carthy, marvin Minsky, Claude Shannon, Ray solomonof.  Pada tahun 2000 perkembangan AI sudah samapi  Machine learning, pada tahun 2010 big data dan deep learning. 

Pada tahun 2022 daftar platform AI terpopuler di Indonesia diantaranya adalah Chat GPT, Gemini, Meta AI, Deep Seek, Grak AI, Perplexify AI dan Bahasa AI. Yang sangat populer di Indonesia adalah Chat GPT memiliki rating tertinggi 74 %. 

Selanjutnya pemateri menyampaikan Rambu-rambu penggunaan AI untuk menulis yang boleh dilakukan adalah:

1. Brainsorming ide atau outline

2. Merangkum literatur

3. Memperbaiki tata Bahasa, struktur kalimat

4. Mengecek plagiarisme atau konsistensi

5. Membantu mengatasi writer's block

Selanjutnya pemateri menyampaikan Rambu-rambu penggunaan AI untuk menulis yang tidak boleh dilakukan adalah:

1.  Menghasilakan seluruh teks atau copy-paste

2. Mengganti analisis, argumentasi, atau pemikiran orisinal 

3. Membuat kesimpulan atau interpretasi data tanpa verifikasi manusia

Tips penggunaan AI:

1. Gunakan AI untuk cari ide

2. Tentukan fokus dan arah tulisan

3. Susun kata dan kalimat sendiri

4. Tuliskan data, pengalaman sendiri

Itulah isi materi yang luar biasa malam ini, terima kasih Bapak atas materinya yang luar biasa. semoga bapak selalu sehat, Allah beri rezeki yang banyak dan semua ilmu yang bapak berikan menjadi pahala jariyah. 

Bapak moderator terima kasih juga atas semangatnya malam ini, semoga bapak selalu di beri kesehatan dan rezeki yang banyak. 

Perjalanan AI menunjukkan betapa luasnya ilmu yang Allah izinkan manusia untuk temukan. Semakin canggih teknologi, seharusnya semakin sadar bahwa kecerdasan manusia hanyalah titipan dari Rabb. AI hanyalah alat yang menentukan arah tetaplah hati dan iman manusia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Bukan Bakat Tapi Keberanian Untuk Memulai

Menulis: Dari Belajar hingga Menginspirasi

Rumah Baca Masyarakat, Cahaya Peradaban Masa Depan