Rasa Rindu yang Tidak Biasa
Sudah tiga hari para pejuang tangguh menjalani BDR (Belajar Dari Rumah) karena UAS kelas 6 sedang berlangsung. Seusai mengawas ujian, ustadzah kembali masuk ke kelas untuk beristirahat, sholat, dan makan seperti biasa. Namun ada yang berbeda dari hari-hari sebelumnya.
Kelas ini terasa begitu sunyi.
Saat mata memandang ke sekeliling, yang terlihat hanyalah meja-meja pink yang tersusun rapi, kursi-kursi biru yang kosong tanpa penghuni, papan tulis yang diam tanpa coretan kecil penuh semangat, papan mading yang seakan menunggu disentuh kembali, tempat portofolio anak-anak, serta pojok pustaka yang biasanya ramai oleh tangan-tangan mungil pencinta cerita.
Hari ini semuanya membisu.
Tidak ada suara rebutan ingin menjawab pertanyaan. Tidak ada langkah kaki kecil yang berlari menghampiri ustadzah. Tidak ada celotehan polos yang sering kali membuat lelah berubah menjadi tawa.
Dan ternyata…
Kelas tanpa kalian bukan sekadar ruang kosong.
Ia kehilangan jiwanya.
Biasanya kelas kecil ini dipenuhi para pejuang tangguh. Anak-anak hebat yang setiap hari datang membawa cerita, semangat, dan warna baru. Generasi emas yang insyaAllah kelak tumbuh menjadi pribadi-pribadi hebat yang membawa manfaat dan perubahan baik bagi banyak orang.
Kini yang tersisa hanyalah rasa rindu.
Rindu yang diam-diam memenuhi dada.
Apa kabar anak-anak hebat ustadzah?
Adakah rindu yang sama yang sedang kalian rasakan?
Ustadzah berharap kalian semua sehat, bahagia, semangat belajar, dan selalu dalam penjagaan terbaik Allah. Tetap jadi anak-anak kuat yang tidak menyerah dengan keadaan. Tetap menjadi anak-anak yang hatinya lembut, lisannya baik, dan mimpinya besar.
Ternyata kebersamaan yang dijalani setiap hari mampu melahirkan keterikatan yang begitu indah. Ada cinta yang tumbuh perlahan dalam proses belajar bersama. Ada doa-doa yang diam-diam terucap setiap kali melihat kalian tertawa, jatuh, mencoba lagi, lalu bangkit kembali.
Dan di titik ini ustadzah memahami…
Bahwa menjadi guru bukan hanya tentang mengajar pelajaran di buku.
Tetapi tentang menjaga hati-hati kecil agar tetap merasa dicintai, dihargai, dan didoakan.
Rasa rindu ini semoga tidak bertepuk sebelah tangan ya sayang…
Balaslah dengan senyuman terbaik kalian dan doa-doa kecil yang tulus agar Allah segera mempertemukan kita kembali dalam keadaan sehat dan bahagia.
Karena bila tiba waktunya kita bertemu nanti, akan ada cerita baru lagi yang kita ukir bersama. Cerita sederhana mungkin, tetapi akan menjadi kenangan indah yang menetap lama di hati kita.
Dan perjalanan kunjungan edukasi hari Senin nanti insyaAllah bukan hanya tentang pergi bersama.
Tetapi tentang menciptakan sejarah kecil yang suatu hari akan kalian rindukan ketika dewasa nanti.
Love you so much, anak-anak hebat ustadzah…
Terima kasih sudah menjadi bagian paling hangat dalam perjalanan hidup ustadzah. Semoga Allah menjaga langkah kalian, menguatkan hati kalian, memudahkan masa depan kalian, dan menjadikan kalian anak-anak sholeh dan sholehah yang kelak membanggakan agama, keluarga, dan umat.
Sampai bersua hari Senin para pejuang kecil…
Yakinlah, rindu yang baik akan selalu Allah jawab dengan pertemuan yang indah.
InsyaAllah.
Komentar
Posting Komentar