Mulailah Melirik Bukumu

Membaca kembali buku Ta’limul Muta’allim karya Imam Az-Zarnuji menghadirkan rasa yang berbeda di hati. Buku ini bukan pertama kali kubaca, tetapi entah mengapa setiap kali membuka lembar demi lembarnya, selalu ada tamparan baru yang menyadarkan diri bahwa ilmu bukan hanya tentang pintar berbicara atau banyak mengetahui sesuatu. Ada hal yang jauh lebih penting dari itu semua, yaitu adab.

Dan ternyata…

Semakin membaca, semakin terasa betapa banyak kekurangan dalam diri ini.

Baru sampai pada mukadimah penulis saja hati sudah terasa bergetar. Seakan Imam Az-Zarnuji sedang berbicara langsung kepada diri yang masih begitu miskin adab, miskin kesungguhan, dan masih sering merasa cukup dengan ilmu yang sedikit.

Padahal semakin seseorang belajar, seharusnya semakin ia merasa kecil di hadapan Allah.

Di situlah aku mulai memahami…

Bahwa ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan kesombongan. Sedangkan adab tanpa ilmu akan membuat seseorang kehilangan arah. Maka keduanya harus berjalan beriringan.

Buku ini membuatku sadar bahwa segala sesuatu yang ingin dilakukan dalam hidup harus dipelajari terlebih dahulu. Karena ilmu adalah cahaya yang membantu langkah agar tidak tersesat. Tanpa ilmu, seseorang bisa berjalan jauh tetapi tidak tahu ke mana tujuan hidupnya.

Dan betapa indahnya ketika Allah masih memberi kesempatan untuk belajar.

Sebab tidak semua orang diberi hati yang rindu kepada ilmu.

Tidak semua orang mau duduk berlama-lama bersama buku.

Padahal buku adalah jendela yang mampu membawa seseorang menjelajahi dunia tanpa harus berpindah tempat. Buku bisa mengubah ketidaktahuan menjadi pemahaman. Mengubah seseorang yang biasa menjadi luar biasa. Bahkan sering kali, jawaban dari keresahan hidup yang tidak mampu dijelaskan manusia, Allah titipkan melalui lembaran-lembaran buku yang dibaca dengan hati.

Betapa ruginya jika rumah dipenuhi buku tetapi tak pernah disentuh.

Betapa sedihnya jika ilmu hanya dibiarkan berdebu di rak-rak yang sunyi.

Padahal bisa jadi, di antara buku-buku itu ada ilmu yang mampu mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik, lebih tenang, dan lebih dekat kepada Rabb-nya.

Aku percaya…

Seseorang yang dekat dengan buku akan memiliki cara berpikir yang lebih luas, hati yang lebih hidup, dan jiwa yang lebih tenang. Karena membaca bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga melatih kerendahan hati.

Semakin banyak membaca, semakin sadar bahwa ternyata diri ini belum mengetahui apa-apa.

Maka mulailah perlahan…

Lirik kembali buku-buku yang ada di rumahmu. Ambillah satu demi satu. Bukalah lembarannya meski hanya beberapa halaman setiap hari. Jangan biarkan buku-buku itu menangis dalam kesunyian karena tak pernah disentuh.

Karena jika tanganmu mulai terbiasa memegang buku, jika matamu mulai akrab dengan huruf-huruf ilmu, dan jika hatimu mulai jatuh cinta kepada belajar…

Maka yakinlah, akan tumbuh rindu yang sulit dijelaskan.

Rindu untuk terus belajar.

Rindu untuk terus memperbaiki diri.

Dan rindu untuk menjadi hamba yang lebih baik di hadapan Allah melalui ilmu dan adab yang terus dijaga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proofreading: Ketika Detail Kecil Mengubah Segalanya

Menulis Bukan Bakat Tapi Keberanian Untuk Memulai

Menulis: Dari Belajar hingga Menginspirasi