Jangan Biarkan Dirimu Terjebak
Disaat hatimu bersedih karena merasa tidak mampu menghadapi kenyataan yang ada di depan mata, disaat dada terasa sesak seakan dunia menekan begitu kuat, dan air mata jatuh tanpa mampu kau bendung… apa yang akan kau lakukan duhai diri?
Apakah kau ingin terus tenggelam dalam kesedihan itu? Meratapi keadaan, menyalahkan diri sendiri, lalu perlahan kehilangan kekuatan untuk melanjutkan hidup?
Tidak…
Jangan biarkan luka mengambil seluruh cahaya dalam dirimu.
Boleh saja dada terasa sempit. Boleh saja air mata jatuh sederas hujan di malam hari. Karena hati juga manusia, ia punya hak untuk lelah dan merasa rapuh. Tetapi jangan biarkan rasa putus asa tumbuh terlalu lama hingga merusak keyakinanmu kepada Rabb yang selama ini selalu menjagamu.
Bukankah semua yang terjadi telah Allah izinkan untuk hadir dalam hidupmu?
Maka jangan merasa sendirian menghadapi semuanya.
Ada Allah yang melihat setiap air matamu. Ada Allah yang mendengar isak tangismu bahkan sebelum kau sempat menceritakannya kepada manusia. Ada Allah yang mengetahui betapa keras dirimu mencoba bertahan meski hatimu hampir menyerah.
Duhai diri…
Tidak semua luka harus langsung sembuh hari ini. Tidak semua masalah harus selesai saat ini juga. Kadang Allah hanya ingin melihat seberapa jauh engkau mau tetap bertahan dan tetap percaya kepada-Nya di tengah keadaan yang sulit.
Maka menangislah jika itu membuat hatimu lebih ringan. Bersujudlah lebih lama jika itu membuat jiwamu lebih tenang. Dekatlah kepada Allah sedekat-dekatnya, karena hanya kepada-Nya hati yang lelah benar-benar menemukan tempat pulang.
Ingatlah…
Allah tidak pernah salah memilih pundak untuk sebuah ujian. Jika hari ini Allah memilihmu untuk menghadapi semua ini, itu artinya Allah tahu bahwa di dalam dirimu ada kekuatan yang bahkan mungkin belum kau sadari.
Jangan menyerah hanya karena dunia hari ini tidak sesuai harapanmu.
Karena bisa jadi, rasa sesak yang sedang kau rasakan adalah cara Allah membersihkan hatimu agar lebih dekat kepada-Nya.
Nikmatilah dunia ini sebagai tempat singgah sementara. Tidak semua yang hilang harus ditangisi selamanya. Tidak semua yang menyakitimu harus tinggal di hatimu.
Lepaskan perlahan…
Dan gantilah semua kekhawatiran itu dengan doa.
Karena di atas langit yang paling gelap, selalu ada Rabb yang tidak pernah tidur menjaga hamba-Nya.
Sudah ya duhai diri…
Tarik napas perlahan… hembuskan pelan-pelan…
Lalu tersenyumlah.
Bukan karena hidupmu sudah sempurna, tetapi karena kau tahu ada Allah yang tidak pernah meninggalkanmu sendirian.
Komentar
Posting Komentar