Just smile
Hal yang paling
membuat hati orang tua sedih adalah disaat anak-anaknya tidak patuh. Disaat
anak melototkan matanya sembari bicara keras seolah- olah ia bicara dengan
orang yang tidak dikenalnya.
Ada saja yang
membuat anak ini tidak suka dengan orang tuanya. Dimulai dengan tidak menyukai
apa yang dibuat oleh orang tuanya, sampai hal sepele seperti ada diingatkan
meletakkan sesuatu ditempatnya ia marah.
Memang benar
kata ustadz kalau anak- anak itu diamanahi oleh Allah dengan berbagai
bentuk.
Ada yang menjadi
obat bagi orang tuanya, ada juga yang menjadi penguji kesabaran bagi orang
tuanya.
Sekuat apapun
orang tua ingin menjadi pengubah sikap seorang anak tetap akan menjadi sia-
sia. Jika orang tua tetap kukuh mencoba menyelesaikan sendiri tetap akan
menjadi pekerjaan yang sangan melelahkan.
Harus disadari
oleh orang tua, bahwa anak itu bukanlah milik kita. Bukanlah ciptakaan kita.
Jangan merasa seolah- olah anak itu adalah hak petonya kita. Itu sama dengan
mimpi namanya.
Anak itu
hanyalah titipan semata dari Allah. Titipan sementara saja, jadi jangan pernah
menghadirkan bahwa ia adalah milik kita. Tatkala seorang anak memperlakukan
dirimu sebagai orang tuanya dengan tidak baik. Maka jangan pernah marah ataupun
bersedih. Cobalah menjeda sejenak akan hiruk pikuknya dunia. Cobalah berdamai
dengan diri sendiri. Cobalah refleksi diri, kira- kira apa kesalahan atau dosa
yang pernah kita lakukan.
Jangan- jangan
disaat anak melakukan hal yang tidak baik kepada kita, dikarenakan oleh sikap
kita sendiri.
Kembalilah
secepatnya, kembali kepadaNya. Curahkan segala hal yang telah membuat hatimu
sedih, segala hal yang telah membuat dirimu terlukan dengan perlakuan anak-
anakmu.
Jangan pernah
ditunda- tunda lagi, mengadulah kepada Rabb Sang Maha memiliki dan Sang
Pembolak baliknya hati hamba.
Jangan pernah
berputus asa ya... nikmatilah setiap fase yang hadir dalam hidupmu. Ingatlah
duhai para orang tua, ini tidak akan lama. Ini akan cepat berlalu, secepat
kedipan matamu.
Yakinlah akan
ada hikmah positif dibalik semua kejadian yang Allah hadirkan dalam
hidupmu.
Ada yang harus
disadari bahwa kita bukanlah seorang nabi ataupum malaikat. Seorang nabipun
diuji dengan anak- anak dan keluarganya. Nah, kita hanya seorang hamba biasa.
Maka sudah selayaknya kita mendapat ujian.
Bukankah untuk
menjadi orang tua yang disukai kita sebagai orang tua harus lebih banyak
belajar. Bukankah untuk menjadi orang tua kita yang dikagumi oleh anak- anak
kita, harus ada yang kita korbankan.
Pengorbanan
terbesar bukanlah harta, melainkan pengorbanan perasaan yang sering
dilukai.
Selamat memikmati jadi orang tua terhebat di mata Allah. Jangan pernah menyerah, nikmati and enjoy you life for your future until the end of your life.
Just smile back
at every bad treatment you receive
Komentar
Posting Komentar