Allah Sedang Rindu Padamu

Ada luka yang tidak terlihat oleh mata, tetapi mampu membuat hati seorang ibu bergetar hebat. Bukan karena lelahnya mengurus rumah, bukan pula karena beratnya mencari nafkah bersama pasangan. Namun karena suara anak yang dulu dipeluk penuh cinta, kini mulai meninggi tanpa rasa hormat. Tatapan kecil yang dahulu penuh manja, perlahan berubah menjadi tatapan keras yang menusuk hati. Kata-kata yang keluar dari lisannya terasa asing, seakan bukan lagi anak kecil yang dulu selalu mencari tangan ibunya ketika takut.

Dan di titik itu, banyak orang tua diam-diam menangis dalam sunyi.

Mereka bertanya kepada diri sendiri,
“Di mana salahku?”
“Apakah aku gagal menjadi orang tua?”

Padahal tidak semua yang terjadi adalah tanda kegagalan. Kadang Allah sedang mengajarkan bahwa anak bukan benar-benar milik kita. Mereka hanyalah titipan yang suatu saat akan diuji dengan caranya sendiri, dan orang tua juga diuji melalui mereka.

Bukankah Allah telah mengingatkan bahwa ada anak yang menjadi penyejuk hati, dan ada pula yang menjadi ujian kehidupan?

Maka jangan terlalu lama tenggelam dalam sedih. Menangislah secukupnya, sebab hati juga butuh ruang untuk merasa lemah. Namun setelah itu, kembalilah bersandar kepada Rabb yang paling memahami isi hati seorang ibu dan ayah.

Karena bisa jadi, di balik sikap anak yang berubah, Allah sedang mengetuk pintu hati orang tuanya agar kembali lebih dekat kepada-Nya.

Mungkin selama ini kita terlalu sibuk memikirkan dunia hingga lupa panjangnya sujud. Mungkin Allah sedang rindu mendengar doa-doa yang lahir dari air mata di sepertiga malam. Maka Allah hadirkan ujian melalui orang yang paling kita cintai agar kita kembali menggantungkan harapan hanya kepada-Nya.

Tidak ada luka yang Allah hadirkan tanpa tujuan. Tidak ada air mata yang jatuh sia-sia di hadapan Rabb semesta alam.

Tetaplah menjadi orang tua yang lembut meski hati sedang rapuh. Tetap doakan anak-anakmu meski sikap mereka terkadang melukai. Sebab doa orang tua adalah langit yang akan selalu mencari jalan menuju anaknya.

Yakinlah… tidak ada malam yang abadi. Setelah tangis yang panjang, Allah selalu punya cara menghadirkan pelukan terbaik-Nya. Dan bisa jadi, anak yang hari ini membuatmu menangis, kelak menjadi alasan Allah menghadiahkan surga untukmu karena kesabaranmu menjaganya dengan cinta dan doa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proofreading: Ketika Detail Kecil Mengubah Segalanya

Menulis Bukan Bakat Tapi Keberanian Untuk Memulai

Menulis: Dari Belajar hingga Menginspirasi